Mari Kunjungi Nusa Tenggara Timur dan Nikmati Budayanya, Alamnya dan Keramahan Masyarakatnya.

Quote

see the world from others side

TAKARAWA62

You're every reason, every hope and every dream i've ever had-Nicholas Sparks (The Notebook) ~My RO

TAKARAWA62

I love you and that's the beginning and end of everything ― F. Scott Fitzgerald ~My RO

TAKARAWA62

I love you not only for what you are, but for what I am when I am with you ― Roy Croft ~ My RO

TAKARAWA62

You give me hope in my times of trial, joy in my saddest hours and love in all I do ~ My RO

TAKARAWA62

You're special to me in every way. Thank you for being who you are and for letting me be myself ~ My RO

Tampilkan postingan dengan label wisata budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2016

Taman Mamuli, Keindahan diantara Rerumputan dan Sampah di Sumba Barat


Takarawa62. Kabupaten Sumba Barat yang beribukota Waikabubak adalah sebuah kabupaten yang berada di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sumba Barat memiliki luas wilayah 4.051,9 kilometer persegi. Sumba barat memiliki berbagai potensi wisata baik yang alami, wisata budaya sampai wisata buatan, salah satu yang terkenal yaitu antraksi budaya Pasola. Kali ini yang akan dibahas adalah wisata buatan, yaitu taman Mamuli.


Taman Mamuli terletak di pinggiran kota Waikabubak, persisnya di Desa Loda Pare  Kecamatan Loli. Mamuli terinspirasi dari rahim perempuan dan merupakan simbol kesuburan. Mamuli selalu digunakan dalam upacara adat Sumba.


Memiliki berbagai jenis permaianan seperti ayunan, beberapa rumah panggung khas Sumba dan beberapa tower untuk berfoto taman Mamuli juga dilengkapi dengan arena jogging dan lapangan voli membuat taman ini sangat disukai oleh banyak masyarakat terbukti dengan banyaknya masyarakat yang datang sekedar untuk berfoto-foto dan menikmati taman Mamuli.

Untuk dapat ke taman Mamuli cukup dengan berkendara dari pusat kota Waikabubak kearah kantor pemerintahan Sumba Barat menuju BTN selanjutnya belok kiri. Perjalanan sekitar 5-10 menit baik menggunakan motor maupun mobil.


Sayangnya keindahan taman Mamuli tidak terjaga dengan baik, bisa dilihat dari akses masuk ke taman Mamuli yang mulai rusak, fasilitas toilet yang tidak terawat, bahkan rumput tampak tumbuh dengan baik diantara banyaknya bunga di taman ini. Dibeberapa rumah adat pun tampak alang-alang yang mulai bocor dan berbagai tulisan tangan pengunjung yang turut mengotori tiang-tiang dalam rumah adat tersebut.


Selain itu, tampak sampah berserahkan di areal taman Mamuli ini. Ironi memang Pemerintah Sumba Barat tampaknya hanya berniat membangun tanpa adanya niat untuk menjaga dan merawat taman yang sudah menghabiskan dana APBN milyaran ini. MY RO



Share:

Jumat, 04 November 2016

5 Pantai terindah di NTT, Nusa Tenggara Timur


Takarawa62. Bagi anda pecinta pantai jangan pernah lupa untuk memasukan NTT dalam list Propinsi yang harus dikunjungi. Ya NTT, propinsi  yang termasuk dalam kawasan Indonesia Tengah ini memiliki pantai-pantai yang sangat indah bahkan terbaik di Indonesia. Salah satunya pantai Nihiwatu yang berada di Desa Hobawawi, Sumba Barat. Langsung saja kita simak 5 pantai terindah di NTT,

1.       Pantai Nihiwatu, Sumba Barat

Pantai Nihiwatu terletak di Kec. Wanokaka, Sumba Barat. Pantai ini berjarak 30 menit perjalanan dar pusat kota Waikabubak. Nihiwatu berasal dari Kata Ngihi artinya lesung dan watu berarti batu Karena banyak tamu yang tidak bisa mengucapkan Ngihi makanya namanya berubah menjadi Nihi. Nama ini berasal dari daerah Rua, Wanokaka. Pantai Nihiwatu memiliki keindahan pantai yang sangat menawan dengan pasir putih dan bahkan ombak di pantai Nihiwatu masuk dalam salah satu spot surfing terbaik di dunia. Saat ini pantai Nihiwatu dikelolah oleh Resort terbaik di dunia versi majalah Travel and Leisure, Nihiwatu Resort.

2.      Pantai Pink, Pulau Komodo

Pantai Pink adalah satu satu dari pantai yang memiliki keunikan berupa pasir pantainya yang berwarna pink. Terletak di Pulau Komodo, pantai pink menawarkan keindahan pasir dengan paduan warna air biru toska yang sangat bening. Disini anda bisa berenang, snorkeling dan berfoto ria sepuasnya.

3.       Pantai Nemberala, Rote Ndao

Pantai ini berhasil tampil sebagai pemenang dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016 kategori tempat berselancar terpopuler di Indonesia. Predikat ini tidak salah Karena pantai ini menawarkan ombak yang sangat bagus dan besar bagi peselancar. Sehigga banyak peselancar yang jatuh cinta dengan pantai Nemberala. Selain ombaknya pantai Nemberala juga mempunyai pasir pantai yang bersih dengan hijaunya pohon kelapa dipesisir pantai ini.

4.      Pantai Watupanuru, Sumba Timur

Panti Watupanuru adalah salah satu pantai terindah di NTT yang terletak di Kec. Wulla Wejelu Kabupaten Sumba Timur. Pantai ini menawarkan panorama yang begitu indah dengan pemandangan tebing indah disekitar pantai dan jika ombat surut wisatawan dapat melihat beberapa batu karang di lautan dan uniknya beberapa karang memiliki cerukan yang bisa dilewati. Pantai ini juga menawarkan keindahan pasir putih dan air laut yang begitu tenang cocok bagi anda yang ingin berenang dan berfoto ria. Jika ingin kesana pantai ini berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari pusat kota Waingapu, Sumba Timur.

5.      Pantai Kolbano, Timur Tengah Selatan

Pantai Kolbano terletak di kabupaten Timur Tengah Selatan. Berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Soe. Jika biasanya di setiap pantai terdapat pasir putih, maka di pantai ini anda akan menemukan kerikil yang warna warni. Berpadu dengan indahnya air laut yang berwana biru creamy dan pemandangan ke laut timor membuat wisatawan sangat dimanjakan dengan keunikan ini. Selain kerikil sejuta warna di pantai ini terdapat pula sebuah bongkahan batu besar berbentuk seperti singa atau juga kepala manusia. Dan penduduk lokal menyebut batu tersebut dengan sebutan Fatu UN. My RO




 Sumber Gambar: https://www.pegipegi.com/id/kupang/pantai/pantai_kolbano/#,http://www.wisata.eu/pantai-nihiwatu-di-pulau-sumba-ntt/,http://wisatasenibudaya.com/tempat-wisata-terbaik-dan-terpopuler-di-labuan-bajo/,http://www.the-indopost.com/2016/07/mengejar-deburan-ombak-di-pantai.html,https://woltrin1405.wordpress.com/2013/06/08/pantai-watuparunu/,http://tourism.nttprov.go.id/objek/7-pantai_kolbano
Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

Melihat Reptil Purba Komodo di Pulau Komodo, NTT


Takarawa62. Berada di Propinsi NTT, Nusa Tenggara Timur, Pulau Komodo merupakan salah satu pulau yang didalamnya terdapat salah satu spesies reptil purba yang masuk dalam keajaiban dunia yaitu Komodo. Komodo berhabitat di Taman Nasional Komodo. Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo(Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.

Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari. Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung. 
Berkunjung ke Pulau Komodo merupakan suatu pengalaman yang menakjubkan jika dapat melihat hewan purba komodo di habitat aslinya dengan jelas. Hewan ini merupakan hewan lepas, jadi Anda bisa mengamatinya lebih dekat tentunya harus hati – hati.  Selain itu, Anda juga dapat menikmati eloknya pantai di pulau Komodo dan pulau Rinca. Keeksotisan yang sungguh menakjubkan akan membuat semua mata terkagum – kagum dengan keindahannya. Dengan lautan pasir putih serta deburan ombak dan hiasan batu karang manambah indahnya suasana pantai. Air biru yang jernih juga menambah sendunya nyanyian burung – burung nan merdu. Tak hanya menikmati keindahannya, Anda juga dapat menyelam dan menyaksikan panorama bawah laut yang diakui sebagai tempat menyelam terbaik di dunia.My RO


Sumber gambar :https://www.twisata.com, http://tourism.nttprov.go.id/objek/4-pulau_komodo,
https://aroundmyindonesia.wordpress.com

Share:

Senin, 24 Oktober 2016

Ratenggaro, Kampung Adat Terindah Di Pulau Sumba


Ratenggaro, Sumba
Takarawa62. Berada di Desa Umbu Ngedo, Kabupaten Sumba Barat Daya kampung Ratenggaro memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan kampung yang berada di pulau Sumba. Keunikan ini terlihat pada Menara yang tingginya sampai 15 meter. Kampung Ratenggaro berada persis di dekat kampung Wainyapu dan dekat dengan pesisir pantai dan muara sungai Waiha.  Dengan letak yang sangat strategis ini wisatawan akan disuguhkan dengan indahnya pemandangan kampung Ratenggaro dipadu dengan pesisir pantai dan batu kubur unik menjadikan Ratenggaro tempat wisata komplit bagi wisatawan yang menyukai alam, budaya dan adat istiadat.
View dari sungai Waiha


Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu Rate adalah kuburan dan Garo adalah orang Garo. Jadi bisa disimpulkan arti nama Ratenggaro adalah kuburan bagi orang Garo. Disini akan disuguhkan pemandangan alam dipadu dengan adanya sekitar 304 buah batu kubur batu dan tiga diantaranya memiliki bentuk yang unik dan terletak di pinggir pantai. Kampung Ratenggaro masih mempertahankan adat istiadat dan budayanya sampai detik ini.

Untuk bisa sampai ke kampung Ratenggaro anda bisa menyewa mobil atau motor ojek dari Tambolaka ibukota kabupaten Sumba Barat Daya menuju arah Kodi yang biasanya ditempuh sekitar 1 jam 40 menit dengan kondisi jalan yang sudah baik. Sedangkan anda yang ingin menginap belum tersedia akomodasi penginapan disekitar tempat ini jadi disarankan menginap di Tambolaka. My RO

 


Gambar : https://chris13jkt.wordpress.com/tag/ratenggaro/, https://foto.tempo.co/read/beritafoto/11603/Kehidupan-Masyarakat-Adat-Kampung-Ratenggaro#, http://www.indonesia-tourism.com/east-nusa-tenggara/ratenggaro_beach.html





Share:

Rabu, 16 Maret 2016

KAMPUNG TARUNG, MELIHAT SISA MASA MEGALITIKUM DI PULAU SUMBA

Kampung Tarung tampak di pusat kota Waikabubak, Sumba Barat
Takarawa62. Waikabubak adalah ibukota kabupaten dari Sumba Barat, di kabupaten ini masih sangat kental dengan tradisi dan adat istiadatnya yang masih terjaga sampai saat ini, hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat langsung peninggalan zaman megalitikum di kampung Tarung. Kampung ini terasa sangat istimewa, karena kampung ini terletak tepat di jantung kota waikabubak namun peninggalan dan bentuk asli dari masa lampau masi dapat kita saksikan dan nikmati jika kita berkunjung langsung ke waikabubak.

Kampung tarung memiliki 38 rumah adat dimana dalam satu rumah adat biasanya dihuni oleh satu sampai tiga kepala keluarga. Di kampung tarung juga kita bisa melihat batu kubur raksasa yang masih sangat terjaga sampai saat ini, mata pencaharian masyarakat kampung tarung adalah petani dan beternak sedangkan ibu-ibunya menenun kain tradisional sumba yang biasanya dijual dengan harga bervariasi dari 200.000 rupiah sampai 1.000.000 rupiah tergantung bahan dan tingkat kesulihan dalam membuatnya.

Masyarakat tarung pada khususnya mempunyai aliran kepercayaan yang masih dipertahankan sampai saat ini yaitu Marapu, marapu sebuah agama atau kepercayaan lokal yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba. Lebih dari setengah penduduk Sumba memeluk agama ini. Agama ini memiliki kepercayaan pemujaan kepada nenek moyang dan leluhur

Berbicara tentang kampung tarung tidak bisa dipisahkan dari rumah adat. Ada tiga bagian utama rumah adat sumba, yaitu: pertama: bagian atap rumah (toko uma) berbentuk kerucut seperti menara biasa digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka. Terkadang pula di sana digunakan untuk menyimpan hasil panen.Kedua, ruang hunian (bei uma) yang tidak menyentuh tanah. Pada ruang dalam dibedakan atas ruang akses untuk pria dan wanita. Ada juga ruang hunian berlantai bambu untuk tempat bermusyawah berupa beranda luas (bangga). Ketiga, adalah bagian bawah rumah (kali kabunga) menjadi kandang ternak, seperti kambing, babi, atau bahkan kuda dan kerbau.
Kampung Adat Tarung, Waikabubak 

Selain bagian dari struktur bangunan rumah adat di atas, ada beberapa jenis bangunan adat dengan peruntukan khusus di Sumba, yaitu: rumah tinggi bertingkat tempat memelihara ternak kuda dan babinya dikolong rumah (uma jangga), rumah keramat pemujaan marapu atau roh leluhur yang tidak dipergunakan sebagai tempat tinggal (uma ndewa), serta rumah besar tempat bermusyawarah adat (uma bokulu). Untuk pemimpin di kampung tarung dipimpin oleh seorang rato adat yang dipilih melalui upacara adat.

Jadi tunggu apalagi segeralah berkunjung ke pulau Sumba untuk melihat kampung adat Tarung dengan berbagai pesona dan antraksi wisatanya yang masih terjaga. My RO

Sumber : http://www.indonesia.travel/sites/site/1030/tarung-and-waitabar-villages
Gambar,http://theonearmedcrab.com/wp-content/uploads/2013/12/IDN6708_7549.jpg, www.satutimor.com

Share:

Selasa, 09 Februari 2016

PESONA WAE REBO, KAMPUNG DI ATAS AWAN YANG MENAWAN

WAE REBO, KAMPUNG DI ATAS AWAN 



Kampung Wae Rebo dengan rumah adatnya yang berbentuk kerucut 

Takarawa62. Keindahan tempat wisata di Nusa Tenggara Timur tidak diragukan lagi, berbagai tempat wisata yang sudah terkenal  misalnya pulau Komodo, danau tiga warna Kelimutu dan aktraksi Pasola di pulau Sumba, na pada kali ini saya akan berbagi  informasi tempat wisata di Pulau Flores yaitu pesona kampung Wae Rebo, kampung yang terletak di atas pegunungan sekitar 1.200 mdpl diatas permukaan laut yang sering dijuluki kampung di atas awan.
Kampung Wae Rebo terletak di barat daya kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Wae Rebo merupakan bagian dari Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores. Wae Rebo merupakan sebuah desa terpencil yang dikelilingi pegunungan dan panorama hutan tropis lebat. Wae Rebo kini telah tumbuh menjadi tujuan favorit untuk eko-pariwisata. Untuk sampai ke Wae Rebo, dapat dipilih jalur melalui Ruteng dan trekking dari Desa Sebu Denge ke Sungai Ras Wae.Desa Wae Rebo bisa ditempuh 4 jam perjalanan darat dari Ruteng dengan medan berkelok menuju Desa Dintor. Dari Dintor kemudian jalan langsung menanjak. Melewati pematang sawah dan jalan setapak dari Sebu sampai Denge. Perjalanan masih berlanjut menuju Sungai Wae Lomba. Barulah setelah sungai itu akan tiba di Desa Wae Rebo
penduduk kampung Wae Rebo 

Daya tarik utama Wae Rebo adalah rumah adatnya, yang disebut mbaru niang. Rumah niang berbentuk kerucut dengan atap terbuat dari daun lontar. Jumlahnya hanya ada 7, tidak boleh lebih. Dalam bahasa Manggarai, Mbaru Niang berarti ‘rumah drum’. Bangunan berbentuk kerucut ini dibangun secara tradisional. Atap besar terbuat dari ijuk yang hampir menyentuh tanah, mirip dengan honai di Papua, didukung dengan sebuah tiang kayu pusat. Didalamnya terdapat perapian yang terletak di tengah rumah. Disebut rumah drum karena salah satu rumah digunakan untuk menyimpan drum pusaka suci dan gong yang merupakan media sakral klan untuk berkomunikasi dengan nenek moyang.
Demikan informasi yang saya berikan kiranya dapat memberi gambaran tentang objek wisata kampung Wae Rebo, sudah saatnya anda berkunjung dan menikmati keindahan alam Wae Rebo, Kampung di atas awan.
Kampung Wae Rebo tampak dari kejauhan 

Sumber :   http://kalamantana.com/articles/flores/wae-rebo-kampung-di-atas-awan/, https://id.wikipedia.org/wiki/Mbaru_Niang

Picture by : http://wiranurmansyah.com/menuju-wae-rebo
Share:

Senin, 08 Februari 2016

Melihat Sumba Dari Ritual Adat Pasola

Ritual Adat Pasola di Pulau Sumba
Ritual adat Pasola dilakukan dengan mengendarai kuda dan dilakukan di padang sabana

Takarawa62. Pernakah anda jalan -  jalan ke Pulau Sumba, Kalau belum pernah sekedar informasi pulau Sumba terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, NTT sekitar satu jam perjalanan jika anda memulai perjalanan  dari bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Na,  jika Belom maka kali ini saya akan berbagi informasi wisata tentang ritual adat pasola yang selalu diadakan tiap tahun di Pulau Sumba di dua kabupaten yaitu kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya.
Ritual adat pasola adalah suatu kegiatan adat dimana dua kelompok bertarung dengan menggunakan lembing sebagai senjata utamanya. Setiap satu regu biasanya diwakili oleh beberapa penunggang kuda yang siap bertarung.  Ritual pasola ini selalu diadakan di bulan februari dan juga bulan maret.
Dan waktu penyelenggaraan Pasola sangat bergantung pada hitungan para tetua adat (Rato) yang menafsirkan berbagai tanda-tanda alam, termasuk peredaran bulan. Perhitungan para Rato ini konon tidak pernah meleset. Buktinya, setiap hari pelaksanaan Pasola, di tepi pantai biasanya terdapat banyak nyale (cacing laut) sebagai tanda dimulainya permainan Pasola. Dalam kalender Masehi, Pasola diadakan antara bulan Februari hingga Maret
Dalam permainan yang menantang dan berbahaya ini, melihat secara langsung dua kelompok ‘Kestaria Sumba‘ yang saling berhadap-hadapan, kemudian memacu kuda secara lincah sambil sesekali melesatkan lembing ke arah lawan. Tak hanya mahir berkuda dan melempar lembing, para peserta Pasola ini juga sangat tangkas menghindari terjangan tongkat yang dilempar oleh lawan. Derap kaki kuda yang menggemuruh di tanah lapang, suara ringkikan kuda dan teriakan garang penunggangnya menjadi musik alami yang mengiringi permainan ini. Belum lagi pekikan para penonton perempuan yang menyemangati para ‘pahlawan‘ mereka di medan laga. Itulah suasana tegang dan menantang dalam permainan Pasola.
Para pemuda yang siap melakukan ritual adat Pasola

Dalam permainan ini, para peserta telah menyiapkan tongkat kayu khusus sepanjang 1,5 meter dengan diamater 1,5 centimeter. Meskipun tongkat tersebut dibiarkan tumpul, tak jarang permainan ini melukai para pesertanya, bahkan bisa memakan korban jiwa. Darah yang mengucur di arena Pasola dianggap bermanfaat bagi kesuburan tanah dan kesuksesan panen. Sementara apabila terdapat korban jiwa, maka korban tersebut dianggap mendapat hukuman dari para dewa karena telah melakukan suatu pelanggaran. Para peserta yang terkena lembing—jika memungkinkan—dapat membalasnya di arena ini. Akan tetapi jika pertandingan telah usai, sementara peserta masih penasaran untuk membalas terjangan tongkat lawan, maka ia harus bersabar untuk menunggu Pasola pada tahun berikutnya. Sebab, dalam Pasola tidak dibenarkan untuk mendendam, apalagi melakukan pembalasan di luar arena Pasola.

Jadi buat anda yang belum pernah menyaksikan ritual adat pasola tunggu apa lagi segera persiapkan diri anda untuk menyaksikan antraksi ini, Indonesia kaya   loh  kawan – kawa, Sumba selalu menanti kunjungan teman-teman semua….
proses melempar lembing yang ditujukan buat kelompok lainnya







Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Quote

"Berbagi itu indah, sekecil apapun akan sangat berarti bagi yang membutuhkan"~My RO

Blogger templates