Mari Kunjungi Nusa Tenggara Timur dan Nikmati Budayanya, Alamnya dan Keramahan Masyarakatnya.

Quote

see the world from others side

TAKARAWA62

You're every reason, every hope and every dream i've ever had-Nicholas Sparks (The Notebook) ~My RO

TAKARAWA62

I love you and that's the beginning and end of everything ― F. Scott Fitzgerald ~My RO

TAKARAWA62

I love you not only for what you are, but for what I am when I am with you ― Roy Croft ~ My RO

TAKARAWA62

You give me hope in my times of trial, joy in my saddest hours and love in all I do ~ My RO

TAKARAWA62

You're special to me in every way. Thank you for being who you are and for letting me be myself ~ My RO

Tampilkan postingan dengan label informasi umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2016

Taman Mamuli, Keindahan diantara Rerumputan dan Sampah di Sumba Barat


Takarawa62. Kabupaten Sumba Barat yang beribukota Waikabubak adalah sebuah kabupaten yang berada di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sumba Barat memiliki luas wilayah 4.051,9 kilometer persegi. Sumba barat memiliki berbagai potensi wisata baik yang alami, wisata budaya sampai wisata buatan, salah satu yang terkenal yaitu antraksi budaya Pasola. Kali ini yang akan dibahas adalah wisata buatan, yaitu taman Mamuli.


Taman Mamuli terletak di pinggiran kota Waikabubak, persisnya di Desa Loda Pare  Kecamatan Loli. Mamuli terinspirasi dari rahim perempuan dan merupakan simbol kesuburan. Mamuli selalu digunakan dalam upacara adat Sumba.


Memiliki berbagai jenis permaianan seperti ayunan, beberapa rumah panggung khas Sumba dan beberapa tower untuk berfoto taman Mamuli juga dilengkapi dengan arena jogging dan lapangan voli membuat taman ini sangat disukai oleh banyak masyarakat terbukti dengan banyaknya masyarakat yang datang sekedar untuk berfoto-foto dan menikmati taman Mamuli.

Untuk dapat ke taman Mamuli cukup dengan berkendara dari pusat kota Waikabubak kearah kantor pemerintahan Sumba Barat menuju BTN selanjutnya belok kiri. Perjalanan sekitar 5-10 menit baik menggunakan motor maupun mobil.


Sayangnya keindahan taman Mamuli tidak terjaga dengan baik, bisa dilihat dari akses masuk ke taman Mamuli yang mulai rusak, fasilitas toilet yang tidak terawat, bahkan rumput tampak tumbuh dengan baik diantara banyaknya bunga di taman ini. Dibeberapa rumah adat pun tampak alang-alang yang mulai bocor dan berbagai tulisan tangan pengunjung yang turut mengotori tiang-tiang dalam rumah adat tersebut.


Selain itu, tampak sampah berserahkan di areal taman Mamuli ini. Ironi memang Pemerintah Sumba Barat tampaknya hanya berniat membangun tanpa adanya niat untuk menjaga dan merawat taman yang sudah menghabiskan dana APBN milyaran ini. MY RO



Share:

Jumat, 04 November 2016

5 Pantai terindah di NTT, Nusa Tenggara Timur


Takarawa62. Bagi anda pecinta pantai jangan pernah lupa untuk memasukan NTT dalam list Propinsi yang harus dikunjungi. Ya NTT, propinsi  yang termasuk dalam kawasan Indonesia Tengah ini memiliki pantai-pantai yang sangat indah bahkan terbaik di Indonesia. Salah satunya pantai Nihiwatu yang berada di Desa Hobawawi, Sumba Barat. Langsung saja kita simak 5 pantai terindah di NTT,

1.       Pantai Nihiwatu, Sumba Barat

Pantai Nihiwatu terletak di Kec. Wanokaka, Sumba Barat. Pantai ini berjarak 30 menit perjalanan dar pusat kota Waikabubak. Nihiwatu berasal dari Kata Ngihi artinya lesung dan watu berarti batu Karena banyak tamu yang tidak bisa mengucapkan Ngihi makanya namanya berubah menjadi Nihi. Nama ini berasal dari daerah Rua, Wanokaka. Pantai Nihiwatu memiliki keindahan pantai yang sangat menawan dengan pasir putih dan bahkan ombak di pantai Nihiwatu masuk dalam salah satu spot surfing terbaik di dunia. Saat ini pantai Nihiwatu dikelolah oleh Resort terbaik di dunia versi majalah Travel and Leisure, Nihiwatu Resort.

2.      Pantai Pink, Pulau Komodo

Pantai Pink adalah satu satu dari pantai yang memiliki keunikan berupa pasir pantainya yang berwarna pink. Terletak di Pulau Komodo, pantai pink menawarkan keindahan pasir dengan paduan warna air biru toska yang sangat bening. Disini anda bisa berenang, snorkeling dan berfoto ria sepuasnya.

3.       Pantai Nemberala, Rote Ndao

Pantai ini berhasil tampil sebagai pemenang dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016 kategori tempat berselancar terpopuler di Indonesia. Predikat ini tidak salah Karena pantai ini menawarkan ombak yang sangat bagus dan besar bagi peselancar. Sehigga banyak peselancar yang jatuh cinta dengan pantai Nemberala. Selain ombaknya pantai Nemberala juga mempunyai pasir pantai yang bersih dengan hijaunya pohon kelapa dipesisir pantai ini.

4.      Pantai Watupanuru, Sumba Timur

Panti Watupanuru adalah salah satu pantai terindah di NTT yang terletak di Kec. Wulla Wejelu Kabupaten Sumba Timur. Pantai ini menawarkan panorama yang begitu indah dengan pemandangan tebing indah disekitar pantai dan jika ombat surut wisatawan dapat melihat beberapa batu karang di lautan dan uniknya beberapa karang memiliki cerukan yang bisa dilewati. Pantai ini juga menawarkan keindahan pasir putih dan air laut yang begitu tenang cocok bagi anda yang ingin berenang dan berfoto ria. Jika ingin kesana pantai ini berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari pusat kota Waingapu, Sumba Timur.

5.      Pantai Kolbano, Timur Tengah Selatan

Pantai Kolbano terletak di kabupaten Timur Tengah Selatan. Berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Soe. Jika biasanya di setiap pantai terdapat pasir putih, maka di pantai ini anda akan menemukan kerikil yang warna warni. Berpadu dengan indahnya air laut yang berwana biru creamy dan pemandangan ke laut timor membuat wisatawan sangat dimanjakan dengan keunikan ini. Selain kerikil sejuta warna di pantai ini terdapat pula sebuah bongkahan batu besar berbentuk seperti singa atau juga kepala manusia. Dan penduduk lokal menyebut batu tersebut dengan sebutan Fatu UN. My RO




 Sumber Gambar: https://www.pegipegi.com/id/kupang/pantai/pantai_kolbano/#,http://www.wisata.eu/pantai-nihiwatu-di-pulau-sumba-ntt/,http://wisatasenibudaya.com/tempat-wisata-terbaik-dan-terpopuler-di-labuan-bajo/,http://www.the-indopost.com/2016/07/mengejar-deburan-ombak-di-pantai.html,https://woltrin1405.wordpress.com/2013/06/08/pantai-watuparunu/,http://tourism.nttprov.go.id/objek/7-pantai_kolbano
Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

Melihat Reptil Purba Komodo di Pulau Komodo, NTT


Takarawa62. Berada di Propinsi NTT, Nusa Tenggara Timur, Pulau Komodo merupakan salah satu pulau yang didalamnya terdapat salah satu spesies reptil purba yang masuk dalam keajaiban dunia yaitu Komodo. Komodo berhabitat di Taman Nasional Komodo. Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo(Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.

Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari. Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung. 
Berkunjung ke Pulau Komodo merupakan suatu pengalaman yang menakjubkan jika dapat melihat hewan purba komodo di habitat aslinya dengan jelas. Hewan ini merupakan hewan lepas, jadi Anda bisa mengamatinya lebih dekat tentunya harus hati – hati.  Selain itu, Anda juga dapat menikmati eloknya pantai di pulau Komodo dan pulau Rinca. Keeksotisan yang sungguh menakjubkan akan membuat semua mata terkagum – kagum dengan keindahannya. Dengan lautan pasir putih serta deburan ombak dan hiasan batu karang manambah indahnya suasana pantai. Air biru yang jernih juga menambah sendunya nyanyian burung – burung nan merdu. Tak hanya menikmati keindahannya, Anda juga dapat menyelam dan menyaksikan panorama bawah laut yang diakui sebagai tempat menyelam terbaik di dunia.My RO


Sumber gambar :https://www.twisata.com, http://tourism.nttprov.go.id/objek/4-pulau_komodo,
https://aroundmyindonesia.wordpress.com

Share:

Pulau Kelor, Landscape Alam yang Sempurna di NTT


Takarawa62. Pernah ke Pulau Komodo? Atau  pernah mendengar tentang Labuan Bajo? Mungkin yang sudah pernah maka tidak asing lagi dengan salah satu pulau yang berada sekitar 40 menitan perjalanan dari Labuan Bajo yaitu Pulau Kelor.

Pulau Kelor adalah pulau tak berpenghuni yang menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona. Pulau ini memiliki pasir putih yang lembut dengan airnya yang sejernih kristal serta landscape terumbu karangnya yang sangat menawan sangat cocok buat wisatawan yang ingin snorkeling dan free dive.

Jika berada di Pulau Kelor jangan lupakan buat mendaki bukit kecil yang berada di pulau ini. Butuh waktu sekitar 20 menit agar mencapai puncak bukit. Namun percayalah letih dan capek selama mendaki akan tergantikan oleh pesona yang akan ditawarkan Kelor. Hamparan sabana dipulau-pulau sekitar, Putihnya hamparan pantai, birunya air laut akan membuat mata enggan berkedip.


Untuk mencapai Pulau Kelor bisa melalui Labuan Bajo dengan menyewa boat yang menuju TN Komodo. My RO

Picture :http://info-backpacker.com dan 
http://petualangpantai.blogspot.co.id/ 

Share:

Senin, 24 Oktober 2016

Ratenggaro, Kampung Adat Terindah Di Pulau Sumba


Ratenggaro, Sumba
Takarawa62. Berada di Desa Umbu Ngedo, Kabupaten Sumba Barat Daya kampung Ratenggaro memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan kampung yang berada di pulau Sumba. Keunikan ini terlihat pada Menara yang tingginya sampai 15 meter. Kampung Ratenggaro berada persis di dekat kampung Wainyapu dan dekat dengan pesisir pantai dan muara sungai Waiha.  Dengan letak yang sangat strategis ini wisatawan akan disuguhkan dengan indahnya pemandangan kampung Ratenggaro dipadu dengan pesisir pantai dan batu kubur unik menjadikan Ratenggaro tempat wisata komplit bagi wisatawan yang menyukai alam, budaya dan adat istiadat.
View dari sungai Waiha


Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu Rate adalah kuburan dan Garo adalah orang Garo. Jadi bisa disimpulkan arti nama Ratenggaro adalah kuburan bagi orang Garo. Disini akan disuguhkan pemandangan alam dipadu dengan adanya sekitar 304 buah batu kubur batu dan tiga diantaranya memiliki bentuk yang unik dan terletak di pinggir pantai. Kampung Ratenggaro masih mempertahankan adat istiadat dan budayanya sampai detik ini.

Untuk bisa sampai ke kampung Ratenggaro anda bisa menyewa mobil atau motor ojek dari Tambolaka ibukota kabupaten Sumba Barat Daya menuju arah Kodi yang biasanya ditempuh sekitar 1 jam 40 menit dengan kondisi jalan yang sudah baik. Sedangkan anda yang ingin menginap belum tersedia akomodasi penginapan disekitar tempat ini jadi disarankan menginap di Tambolaka. My RO

 


Gambar : https://chris13jkt.wordpress.com/tag/ratenggaro/, https://foto.tempo.co/read/beritafoto/11603/Kehidupan-Masyarakat-Adat-Kampung-Ratenggaro#, http://www.indonesia-tourism.com/east-nusa-tenggara/ratenggaro_beach.html





Share:

Jumat, 29 April 2016

Berwisata ke Pulau Kera di Nusa Tenggara Timur


Takarawa62Pulau Kera dapat dilihat dari pinggir Kota Kupang. Untuk menyeberang ke Pulau Kera anda hanya perlu menyewa kapal penduduk saja. Penduduk Pulau Kera sangat ramah kepada pendatang. Karenanya anda disarankan untuk membawa makanan yang banyak guna berbagi dengan mereka. Pasalnya, penduduk Pulau Kera hidup dengan sederhana sekali.

Pulau ini mempunyai hamparan pantai dengan pasir seputih salju. Keindahannya bahkan bisa terlihat dari seberang lautan. Pasir putihnya berkilau indah dan mengundang anda untuk mendekat. Ombaknya pun tenang, jadi anda bisa bermain sepuasnya di bibir pantai, berjemur, bermain ombak atau pasir, sambil menikmati keramahan penduduk pulau Kera.

Bila Anda melihat satu pulau kecil ini, mungkin Anda akan bertanya pulau apakah itu? Pertanyaan selanjutnya, dimanakah itu? Apabila Anda menjawab Pulau Kera sebagai bagian dari Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang dan berada di Nusa Tenggara Timur, saya mengacungkan ibu jari untuk Anda. TWAL Teluk Kupang adalah salah satu taman wisata alam di Indonesia yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Teluk ini berbatasan dengan dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Apabila Anda terbang dari berbagai daerah menuju Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT maka sesaat sebelum mendarat di Badara Udara El Tari, Anda bisa melihat pulau ini. Teluk Kupang ditetapkan sebagai salah satu taman wisata alam laut Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 83/Kpts-II/1993 tertanggal 28 Januari 1993. Luas TWAL Teluk Kupang adalah 50.000 ha. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, salah satu fungsi taman wisata alam laut adalah sebagai kawasan pelestarian alam yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan wisata.

Apabila Anda berkunjung ke Kupang maka tempat wisata alam yang langsung bisa Anda nikmati adalah Teluk Kupang. Pulau Kera adalah salah satu pulau kecil di dalam kawasan TWAL Teluk Kupang yang terletak antara Pulau Semau dan Pulau Timor, dan memiliki ciri khas tersusun atas hamparan pasir putih. Tekstur pasir di Pulau Kera sangat berbeda dengan tekstur pasir di Pulau Semau dan Pulau Timor.

Pulau Kera, di samping memiliki hamparan pasir putih, juga memiliki berbagai jenis ikan karang, terumbu karang, dan pemandangan laut yang sangat indah merupakan antraksi wisata yang dapat ditawarkan pada para wisatawan. Apabila Anda ingin mengunjungi pulau tersebut maka kita bisa menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh 1-2 jam bergantung pada keadaan laut. my RO

Share:

Jumat, 18 Maret 2016

7 Air Terjun Terbaik Di Nusa Tenggara Timur, NTT



Air Terjun Oehala, TTS
Takarawa62. Berkunjung kesuatu daerah tak akan lengkap rasanya jika belum melihat berbagai antraksi wisata yang dan objek wisata yang ada di daerah tersebut, begitu pula dengan di NTT ketika anda berkunjung anda harus menikmati beberapa objek wisata alam yang sangat mengamgumkan di bumi NTT, berikut ini merupakan wisata air terjun yang terdapat di Propinsi NTT.

Air terjun Matayangu

Air Terjun Matayangu berada di dalam Taman Nasional Manupe , Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Sumba Tengah,.  Ketinggian air terjun ini sekitar 75 m yang keluar dari goa.  Bahkan dikala musim penghujan selain dari air yang keluar dari goa airnya juga berasal dari sungai di atasnya dengan ketinggian menacapai kurang lebih 130 m an dari dasar air terjun. Waktu terbaik yang disarankan untuk mengunjungi air terjun ini di bulan Maret sampai Juni dan Oktober sampai Desember. Sebab, di bulan itu lah air terjun akan memuntahkan air dengan debit yang maksimal. erjarak tempuh sekitar 2 jam dari ibukota Waikabubak dengan berkendara.  Dari Kupang perjalanan dilakukan dengan menggunakan pesawat ke Waingapu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.  Selanjutnya dari Waingapu
perjalanan dilanjutkan dengan berkendara selama sekitar 2 jam menuju Waikabubak.  Perjalanan dilanjutkan ke taman Nasional Manupe sekitar 3 jam.




Air terjun Kanabu Wai
Obyek wisata ini terletak di Desa Waikanabu, Kecamatan Tabundung berjarak sekitar 130 Km dari Waingapu. Jalur terdekat untuk mencapai obyek ini adalah melalui Desa Mahaniwa Kecamatan Pinupahar yang hanya  dapat ditempuh dengan berjalan kaki ± 4 jam , melewati hutan belantara dengan berbagai flora dan fauna yang unik dan menarik.
air terjun Kanabu Wai, Sumba Timur.
Aktifitas yang dapat dilakukan : foto,bermain air dan menikmati flora dan fauna di kawasan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti.

Air terjun Lapopu
Berlokasi di Kecamatan Wanokaka dengan jarak 25 KM dari pusat kota. Kondisi jalan menuju lokasi berupa jalan aspal dengan kondisi cukup baik. Kondisi jalan dalam lokasi berupa jalan tanah dengan kondisi cukup baik. Moda transportasi umum yang tersedia tidak sampai ke lokasi air terjun sehingga wisatawan harus memilih jasa rentcar. Merupakan fenomena alam yang terbentuk oleh adanya gerakan patahan di alur sungai sehingga alur sungai membentuk tebing terjal. Air terjun yang terletak di dalam
kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru ini tercurah bertingkat-tingkat di sepanjang tebing batu setinggi 70m.
Air Terjun Laipopu, Sumba Barat. 

Air terjun Gunung Meja
Gunung Meja, Sumba Timur.

Obyek wisata ini terletak di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang berjarak sekitar 15 Km dari Waingapu. Air terjun ini terdiri dari tiga bagian dengan keunikan tersendiri. Bagian pertama dengan ciri khas genangan air berwarna biru karena kedalaman air, sedangkan pada bagian kedua dan ketiga komposisi batu berwarna menciptakan pesona khas tersendiri. Bagi para pecinta petualangan (adventure), obyek wisata ini siap memberikan tantangan untuk dinikmati. Aktifitas yang dapat dilakukan : foto dan bermain air dan menikmati flora dan fauna.

Air terjun Murundao
Terletak di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu , kira-kira 60 km dari pusat Kota Ende atau 400 meter dari Moni dengan waktu tempuh 15 menit terdapat sebuah panorama alam air terjun yang menakjubkan. Letaknya yang relatif dekat dengan Danau Tiga Warna Kelimutu menjadikan obyek ini sebagai alternatif pilihan bagi wisatawan untuk mengisi waktu libur singkat sambil berekreasi. Air terjun dengan ketinggian ± 15 meter ini, menawarkan sebuah pesona yang naturalis/alamiah karena lokasi dan alamnya yang masih asli. Menuju lokasi Air Terjun Murundao kita dapat menggunakan fasilitas transportasi umum baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dan dari jalan raya ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Sebuah kekuatan yang bersumber dari alam.
 
air terjun Murundao, Kelimutu.
Air terjun Oenesu
air terjun Oennesu, Kupang.

Air terjun ini berjarak kurang lebih 20 km arah barat Kota Kupang dan dapat di tempuh dalam waktu 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan yang baik juga menunjang kelancaran transportasi untuk menjangkau tempat ini. Selain parkir yang luas juga terdapat lopo-lopo yang digunakan sebagai tempat berteduh. Air Terjun Oenesu merupakan salah satu obyek wisata andalan yang ditawarkan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Kupang dan sayang untuk dilewatkan. Lokasi Air Terjun yang dikelilingi oleh rindangnya beragam jenis pepohonan menjadikan susana hati setiap pengunjung merasa tenang dan sejuk. Salah satu yang menarik dari air terjun ini adalah adanya tingkatan yang mencapai empat lapisan. Disela-sela air terjun juga terdapat kolam-kolam yang terbentuk secara alamiah sehingga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berenang maupun berendam.

Air terjun Oehala
Kabupaten TTS mempunyai objek wisata yang sangat indah dan unik yaitu Air Terjun Oehala. Dikatakan sangat indah karena air terjuna oehala masih sangat alami, asri, sejuk dan bersih dan keunikannya adalah air terjun ini bertingkat tujuh. Setiap akhir pekan atau liburan banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ada di kota soe maupun diluar kota soe.
air terjun Oehala, TTS.

Air terjun ini menyimpan keindahan yang luar biasa dan dikelilingi dengan pepohonan yang cukup tinggi dan rindang yang menambah kesejukkan di tempat ini. Banyak wisatawan yang datang untuk mandi atau sekedar berfoto maupun duduk menikmati keadaan alam disekitar air terjun. Air terjun Oehala berjarak 10 km arah utara kota Soe dan dapat ditempuh ± 15 menit dengan menggunakan mobil rental, angkutan pedesaan maupun motor ojek dengan harga yang terjangkau.

Informasi objek wisata ini dikutip dari beberapa sumber yang tujuannya adalah untuk semakin mengenalkan wisata air terjun yang terdapat di NTT. Demikianlah beberapa wisata air terjun yang terdapat di NTT, kiranya dapat memberikan informasi tambahan bagi anda yang ingin mengunjungi air terjun tersebut. My RO



Sumber : https://sites.google.com/site/wisataairterjun/nusa-tenggara-timur/air-terjun-matayangu, http://www.sumbatimurkab.go.id/wisata-laut.html, http://tourism.nttprov.go.id/objek/47-air_terjun_murundao, http://tourism.nttprov.go.id/home.
Share:

Selasa, 09 Februari 2016

PESONA WAE REBO, KAMPUNG DI ATAS AWAN YANG MENAWAN

WAE REBO, KAMPUNG DI ATAS AWAN 



Kampung Wae Rebo dengan rumah adatnya yang berbentuk kerucut 

Takarawa62. Keindahan tempat wisata di Nusa Tenggara Timur tidak diragukan lagi, berbagai tempat wisata yang sudah terkenal  misalnya pulau Komodo, danau tiga warna Kelimutu dan aktraksi Pasola di pulau Sumba, na pada kali ini saya akan berbagi  informasi tempat wisata di Pulau Flores yaitu pesona kampung Wae Rebo, kampung yang terletak di atas pegunungan sekitar 1.200 mdpl diatas permukaan laut yang sering dijuluki kampung di atas awan.
Kampung Wae Rebo terletak di barat daya kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Wae Rebo merupakan bagian dari Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores. Wae Rebo merupakan sebuah desa terpencil yang dikelilingi pegunungan dan panorama hutan tropis lebat. Wae Rebo kini telah tumbuh menjadi tujuan favorit untuk eko-pariwisata. Untuk sampai ke Wae Rebo, dapat dipilih jalur melalui Ruteng dan trekking dari Desa Sebu Denge ke Sungai Ras Wae.Desa Wae Rebo bisa ditempuh 4 jam perjalanan darat dari Ruteng dengan medan berkelok menuju Desa Dintor. Dari Dintor kemudian jalan langsung menanjak. Melewati pematang sawah dan jalan setapak dari Sebu sampai Denge. Perjalanan masih berlanjut menuju Sungai Wae Lomba. Barulah setelah sungai itu akan tiba di Desa Wae Rebo
penduduk kampung Wae Rebo 

Daya tarik utama Wae Rebo adalah rumah adatnya, yang disebut mbaru niang. Rumah niang berbentuk kerucut dengan atap terbuat dari daun lontar. Jumlahnya hanya ada 7, tidak boleh lebih. Dalam bahasa Manggarai, Mbaru Niang berarti ‘rumah drum’. Bangunan berbentuk kerucut ini dibangun secara tradisional. Atap besar terbuat dari ijuk yang hampir menyentuh tanah, mirip dengan honai di Papua, didukung dengan sebuah tiang kayu pusat. Didalamnya terdapat perapian yang terletak di tengah rumah. Disebut rumah drum karena salah satu rumah digunakan untuk menyimpan drum pusaka suci dan gong yang merupakan media sakral klan untuk berkomunikasi dengan nenek moyang.
Demikan informasi yang saya berikan kiranya dapat memberi gambaran tentang objek wisata kampung Wae Rebo, sudah saatnya anda berkunjung dan menikmati keindahan alam Wae Rebo, Kampung di atas awan.
Kampung Wae Rebo tampak dari kejauhan 

Sumber :   http://kalamantana.com/articles/flores/wae-rebo-kampung-di-atas-awan/, https://id.wikipedia.org/wiki/Mbaru_Niang

Picture by : http://wiranurmansyah.com/menuju-wae-rebo
Share:

Senin, 18 Mei 2015

Angkut Material Jembatan dan Ribuan Pohon, KM ADRI XLIX Berlayar ke Nusa Tenggara

 
Takarawa62- Ekspedisi NKRI 2015 Koridor Kepulauan Nusa Tenggara masih berlangsung hingga awal Juni mendatang. Masing-masing bidang terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk mendukung pemerataan pembangunan di kawasan Kepulauan Nusa Tenggara.

Hari ini, Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) sebagai kekuatan alat angkut air di jajaran TNI AD memberangkatkan KM ADRI XLIX untuk mendukung logistik di kawasan itu. Kapal ini mengangkut material untuk membangun jembatan dan 18.060 bibit pohon dari Paguyuban Budiasi.

Selain itu, kapal yang dikomandani oleh Mayor Cba Muhibur ini juga mengangkut obat-obatan dari Kemenkes, peralatan olahraga dari Kemenpora, paralatan sekolah dari Kemdikbud, buku keagamaan dari Kemenag, jembatan gantung serta bantuan logistik lain dari individu dan swasta.

Seluruh material dan bibit tersebut akan didistribusikan ke 8 subkorwil yaitu Karang Asem, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, Sumba Barat Daya, Ende, Alor dan Belu. Upacara pemberangkatan dipimpin oleh Danyon Bekang-4/Air Letkol Cba Atjep Miharjasoma di Pangkalan Yonbekang-4/Air Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Kapal pendarat serbaguna ini menuju Kepulauan Nusa Tenggara mengantar logistik dalam mendukung kegiatan Ekspedisi NKRI yang merupakan wujud nyata kepedulian TNI bersama komponen bangsa dalam mengatasi kesulitan rakyat," kata Kabagminlog Ekspedisi NKRI 2015, Letkol Cba Bambang Muktiyono, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (25/4/2015).

Armada andalan Yonbekang-4/Air memiliki panjang 68 meter, lebar 13,5 meter, tinggi geladak 5,7 meter, sarat air 2,75 meter. Kapal ini dilengkapi dengan mesin penggerak dengan ukuran 2 x 720 HP.

Kecepatan maksimal yang dapat dicapai KM ADRI XLIX yaitu 20 knot, dengan tanki bahan bakar berkapasitas 250 ton dan tanki air tawar berkapasitas hingga 432 ton. Jarak jelajah kapal mencapai 3.000 mil laut. Sementara ruang palkah bervolume 1.450 m3.

Kegiatan ekspedisi ini melibatkan 1.227 personel gabungan dari TNI, Polri, peneliti, mahasiswa, pemda dan masyarakat setempat. Ekspedisi NKRI ke-5 ini telah berlangsung sejak tanggal 5 Februari dan akan berakhir pada tanggal 5 Juni 2015.

Kegiatan ini difokuskan dalam beberapa bidang seperti geologi, flora-fauna, kehutanan, pengabdian masyarakat, sosial-budaya dan potensi bencana. Tim akan menindaklanjuti setiap temuan baru di lapangan dan berkoordinasi dengan Posko Utama yang berlokasi di Jakarta sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
sumber : http://news.detik.com/read/2015/04/25/170324/2898123/10/angkut-material-jembatan-dan-ribuan-pohon-km-adri-xlix-berlayar-ke-nusa-tenggara
Share:

Perintah Jokowi ke Menpar: Promosikan Wisata NTT!


Perintah Jokowi ke Menpar: Promosikan Wisata NTT!
Takarawa62. Tak hanya kaya dengan potensi peternakan dan perikanan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga kaya dengan potensi pariwisata. Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-56 Provinsi NTT di rumah Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Jalan Eltari, Kupang.

"Saya melihat NTT punya kekayaan yang sangat potensial di bidang pariwisata. Ada Danau Kelimutu, Pulau Komodo, dan ada tarian daerah," ungkap Jokowi, Sabtu (20/12/2014).

Punya kekayaan yang luar biasa di bidang pariwisata, Jokowi meminta Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mempromosikan pariwisata NTT hingga ke luar negeri.

"Potesinya harus dipromosikan agar diketahui wistawan domestik dan luar negeri. Saya perintahkan kepada menteri pariwisata untuk gencar promosikan ini," tambahnya.

Dengan makin banyaknya wisawatawan lokal dan asing ke NTT, maka gerak ekonomi masyarakat NTT akan meningkat dan sejahtera.

"Tanpa peredaran uang yang ada di sini kesejahteraan sulit ditingkatkan karena kekuatannya ada di situ. Sama juga di bidang peternakan," tandas Jokowi.

Acara ini hari ini juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono ikut hadir. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
sumber : http://finance.detik.com/read/2014/12/20/112313/2783156/4/perintah-jokowi-ke-menpar-promosikan-wisata-ntt
Share:

Senin, 09 Maret 2015

Pemerintah Ajukan Proyek Energi Kerja Sama dengan Norwegia, berupa percontohan mobil listrik berbasis surya di Sumba

 Pemerintah Ajukan Proyek Energi Kerja Sama dengan Norwegia
Takarawa62.  Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII DPR RI, membahas program mobil listrik bertenaga surya, yang proyek percontohannya (pilot project) sedang dikembangkan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Menteri ESDM Sudirman Said, menjelaskan kepada anggota parlemen bahwa pemerintah mengajukan proyek tersebut, sebagai program unggulan, yang dicantumkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun 2015.

Rencana tersebut, diharapkan mendapat persetujuan parlemen. Sehingga, program itu bisa dimasukkan dalam rencana kerja anggaran kementerian/lembaga (RKA-KL) pemerintah tahun ini.

"Ada percontohan mobil listrik berbasis surya di Sumba," ujar Sudirman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa 10 Februari 2015.

Program ini, ia melanjutkan, memang baru diajukan dalam RAPBN-P 2015. Pemerintah sudah memastikan bahwa proyek energi ini akan bekerja sama dengan Norwegia. Sebelumnya, proyek tersebut tidak dianggarkan dalam APBN 2015. 

"Sumba akan menjadi icon island yang didominasi energi baru yang dikerjakan dengan Norwegia," kata Sudirman.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan dua porgam lainnnya di daerah tersebut. "Program penerangan jalan umum di empat lokasi di Sumba dan pengembangan hutan energi di sana," ujarnya. (asp)
sumber :  http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/588199-pemerintah-ajukan-proyek-energi-kerja-sama-dengan-norwegia
Share:

Rabu, 28 Januari 2015

Keunikan Orang Sumba, Beristri 12 dan Anak 52

TAKARAWA62


Yang Unik dari Sumba,  Beristri 12, Anak 52, Cucu 218 dan Cicit 3

Matheus Kepala Desa Sumba, NTT


Takarawa62. Bila Anda berpeluang ke Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur, Anda coba bertanya tentang Bapak Matheus Deta Raya. Semua orang pasti tahu, karena pria kelahiran Wainyapu 5 Mei 1945 itu adalah Kepala Desa (Kades) di Desa Waiha, Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya. Masyarakat menyeganinya, karena meski hanya tamatan SMP, ia cukup mampu menjalankan tugasnya sebaga Pak Kades, sapaan masyarakat setempat untuknya.
Tapi yang tak kalah membuatnya kesohor adalah kehidupan pribadinya. Ia punya 12 istri yang total memberinya 52 anak, 218 cucu dan 3 orang cicit. Benarkah itu? Ya, demikianlah adanya lelaki tinggi bertubuh gempal yang senang makan sirih seperti kebiasaan masyarakat setempat lainnya.
Menikah 12 Kali Berturut-turut
Matheus Bersama Istri
Matheus belakang hari setelah semakin berumur, ia tinggal bersama istri ke-12 bernama Yusnita Dadi Mema. Sesekali istri keempatnya, Maria Muda Ngila, sering main di situ, karena ia tak punya anak, sehingga ia membagi kasih sayangnya kepada anak-anak Yusnita-Matheus. Uniknya, anak-anak Matheus dari istri-istri yang lain, juga betah tinggal di sana. Jadilah rumah itu seperti asrama tempat penampungan anak-anak. Di ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga itu, mereka ada yang ngobrol, bercanda, makan, minum susu atau bahkan bermain,
Di satu sisi, Matheus merasa bangga bisa memperistri 12 orang sekaligus. Tetapi di sisi lain, menyesalinya, karena memberi cap buruk baginya sebagai lelaki lupa daratan. Selain juga tanggung jawab yang disandangnya besar sekali. Ia merasa dikejar-kejar rasa berdosa. Karena itulah kini ia acap bertobat dengan menggelar pesta adat, sekaligus membersihkan kampung dengan memotong 44 ekor ternak kerbau.
Menikah pertama saat umur 20 tahun dengan Maria Wonda Ngura (wafat—Red) pada 1960. Kemudian menikah lagi berturut-turut, satu sampai 2 kali dalam setahun. Mereka adalah Ribka Ra Borak, Tiala Loghe, Maria Muda Ngila, Dorkas Kali Ghoba, Loghe Rehi, Pati Kaka (wafat—Red), Boro Muda (wafat—Red), Boro Gheda, Maria Wora Pati, Maria Wonda Mete dan terakhir Yusnita Dadi Mema. Di antara mereka kakak beradik, yakni istri ke-2 dan ke-6, serta istri ke-4, ke-5 dan ke-7.
Mereka rukun, kompak dan saling menyayangi. Tidak cemburu meski Matheus lebih sering bersama istri ke-12 tahun-tahun terakhir. Mereka bersikap positif kepada Yusnita sejak awal pernikahan. Bahkan istri tertua ikut pergi membayar belis (mahar) saat Matheus mempersuntingnya. Kini tak hanya para istri yang ikhlas menolongnya, tetapi juga anak-anak mereka yang berjumlah puluhan untuk membantu ibu tirinya itu di sawah. Apa sih daya tarik Matheus?
Yusnita, satu-satunya istri yang lulusan SMA, mengaku terpikat pada Matheus karena ia tampan dan gagah, terutama kalau sedang memakai kalambo (berpakaian adat) lengkap dengan selempang dan ikat kepala. Kami semua mencintai dan menghormatinya. Mereka semua mau menenun kain khusus untuk sang suami.
Punya Kiat Tersendiri
Matheus Bersama Keluarga
Matheus bukan orang kaya raya, tapi ia berusaha memenuhi kebutuhan material dan spiritual ke-12 istrinya. Di awal rumah tangga, istri ke-1 hingga ke-4 tinggal serumah, tapi punya kamar sendiri-sendiri. Matheus mengatur sampai kini ia tidur sendiri di kamar pribadinya. Seiring bertambahnya jumlah istri dan anak, begitu ada uang, ia mendirikan rumah, juga memberi sebidang kebun dan ternak bagi masing-masing istri. Ini semua jadi sumber mata pencaharian bagi tiap keluarganya.
Yang menjadi pertanyaan orang, sebelum berdiri di masing-masing rumah, bagaimana Matheus dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami. Ia menyusun jadwal untuk tiap istri. Ketika giliran ‘piket’, istri tersebut mendatangi kamar Matheus. Kini, setelah berumur, Matheus tak bisa lagi berkeliling menyambangi 8 istri yang masih ada, karena cukup melelahkan. Ia lebih sering di rumah istri ke-12, dan baru berkumpul semua saat ada acara keluarga atau hari besar. Kegiatannya sebagai kepala desa, tiap pukul 5 pagi, berkeliling kampung dengan berjalan kaki, dan kembali ke rumah pukul 7 pagi. Begitu terus.
Rahasia Matheus membuat para istrinya setia adalah, bagaimana ia membuat semua istri merasa diistimewakan. Dicontohkannya, saat tiga istri berkumpul dengannya, kebetulan ia hanya membeli sirih pinang dan 12 batang tembakau. Bila dibagi tiga, masing-masing istri mendapat empat batang. Pemberian yang sepele. Akhirnya sirih pinang itu disembunyikannya.
Dengan sembunyi-sembunyi, Matheus memberi empat batang sirih pinang ke istri yang satu, dengan pesan agar ia tak cerita-cerita kepada istri yang lain. Pesan serupa diulanginya ke kedua istri tersebut, sambil berpesan ‘Jangan bilang ke yang lain ya’ dan ‘Karena aku cinta kau, maka kuberi kau sirih pinang ini. Jangan kasih tahu yang lainnya.’ Hati masing-masing istri merasa berbunga-bunga, lalu bercerita kepada keluarga mereka betapa Matheus lebih mencintai mereka daripada istri-istri yang lain. Padahal cinta Matheus tidak pilih kasih dan membeda-bedakan.
Tak Niat Berpoligami
Meski nyatanya telah 12 kali menikah, Matheus mengaku tak pernah punya niat berpoligami. Semua terjadi karena murni jatuh hati, juga menolong keluarga yang susah, dan juga menambah tenaga kerja untuk menggarap kebun-kebun miliknya. Berhektar tanah, kata Matheus, dapat dikerjakan bersama. Apalagi sekarang masing-masing istri dan anak-anaknya mengurus kebun sendiri-sendiri.
Adakah keingininan Matheus menikah lagi? Ia menolak, karena telah membuat pemulihan atau gelar pesta adat sebagai bentuk pertobatan. Ia merasa capek juga menjawab pertanyaan orang yang ingin tahu rahasia kejantanannya. Pasalnya, ia tak punya ajimat atau pun ramu-ramuan khusus untuk vitalitasnya sebagai pria. Menurutnya, yang dilakukan selama ini hanyalah menjaga kebugaran fisik dengan berjalan kaki pagi hari, lalu tiba di rumah mandi air dingin. Juga makan cukup gizi dan sayur mayur.
Utamakan Pendidikan Anak-anak
Anak dan Cucu Matheus
Kini ada 52 anak Matheus dari perkawinannya. Mereka telah besar dan sebagian bisa mencari nafkah sendiri. Tapi sewaktu mereka masih kecil, jumlah anak yang banyak sekali itu tentu memusingkan kepala Matheus. Tapi dari ceritanya, ia tetap optimis. Dan kebetulan fisiknya juga masih kuat, sehingga kuat bekerja keras di kebun. Dasarnya, dia juga tak pernah bisa diam. Selalu saja ada yang dibuatnya untuk menambah penghasilan bagi keluarga.
Meski memiliki banyak anggota keluarga, mereka tak pernah kelaparan. Kebutuhan keluarga selalu tercukupi dengan hasil panen sebanyak 12-15 lumbung padi. Ini yang membuat keluarga mereka bertahan.
Di samping menanam padi sendiri, mereka juga beternak angsa, ayam, babi, kambing dan kerbau. Tidak banyak kawanan ternaknya, tapi cukuplah untuk menghidupi keluarga. Dengan hasil ternaknya, kebutuhan keluarga akan gizi juga dapat dipenuhi. Mereka juga berkebun cendana, jati dan mahoni yang diketahui memiliki nilai jual yang baik. Pengelolaan semua itu tak lagi menjadi tanggung jawab Matheus, tetapi telah diteruskan ‘tongkat estafet’nya kepada anak-anak yang telah besar dan dinilainya mampu menangani pekerjaan berat itu. Anak-anak bertanggung jawab membantu ibu masing-masing.
Sementara gajinya sebagai kepala desa dipegangnya sendiri. Itu ditujukan untuk membiayai kebutuhan keluarga bila terjadi hal-hal yang tidak terduga. Misalnya, ada istri atau anak yang sakit, Matheus yang membiayai pengobatannya.
Matheus dan istri
Perhatian Matheus sendiri saat ini tercurah untuk pendidikan anak-anak keturunannya. Dari 52 anak itu belum ada yang jadi sarjana. Daniel Anaote, anak dari istri pertamanya, pernah kuliah di Kupang, Nusa Tenggara Timur tapi berhenti di tengah jalan. Keinginan Matheus anak-anaknya jadi orang, bekerja dengan baik. Karena itu ia sangat mendukung anaknya, Yusnita Anaote, yang ingin melanjutkan pendidikan dari Sekolah Menengah Kejuruan bidang kesehatan di SMK Pancasila ke perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur. Beberapa anaknya terus bersekolah, di antaranya di Sekolah Menengah Pertama.
Pendidikan anak menjadi prioritas Matheus untuk menjadi generasi yang maju dan tangguh. Ia yakin cita-citanya memperjuangkan pendidikan anak-anaknya akan berhasil. Terlebih jika ia melihat perjalanan hidupnya sendiri. Dia hanya memiliki ijazah SMP, tapi ia mampu memenangkan pilkada sehingga menjadi Kepala Desa selama puluhan tahun. Sebelumnya, ia diangkat menjadi Kades menggantikan ayahnya, Kades Martinus Marum Hemba, yang meninggal dunia saat menjabat. Matheus sendiri waktu itu adalah Sekretaris Desa.
Dengan riwayat dirinya yang beristri 12 orang itu, bagaimana sikap Matheus jika ada di antara anak-anak atau cucunya yang ingin mengikuti jejaknya? Matheus sejujurnya tak berani melarang, tetapi bila ada yang ingin punya istri 1-4 orang, dia meminta mereka mengurus kewajiban membayar belis sendiri. Seperti aturan ayahnya, ia juga melunasi belis untuk pernikahan ke-2 hingga terakhir. Ayahnya hanya membayar belis untuk pernikahan yang pertama. Bila mampu, terserah, katanya. Belis untuk mempersunting istri sebanyak 10 ternak, bisa 5 ekor kuda dan 5 ekor kerbau. (1003)

Sumber : http://kabarinews.com/kisah-yang-unik-dari-sumba-beristri-12-anak-52-cucu-218-dan-cicit-3/58398


Suku Sumba berada di Pulau Sumba yang menduduki wilayah Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Sebagai suku yang berdiam di Nusa Tenggara Timur yang masuk ke dalam gugusan Austronesia, suku Sumba memiliki bahasa daerah yang masuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia. Dalam perkembangannya bahasa daerah membentuk beberapa logat atau dialek. Bahasa Sumba mempunyai suatu ciri karakteristik, yaitu bersifat setngah vocal. Hanya sebagian dari erbendaharaan kata yang akar katanya merupakan huruf mati. Dengan huruf-huruf, /h/, /k/, /l/, /ng/, /r/, /s/, /t/. semua akar kata yang berhuruf matu itu berubah mnjadi huruf hidup dengan tambahan aksara /u/, /0/, dan /a/. lafal dalam logat Sumba Barat Daya ialah /o/, lafal dalam logat Sumba Tengah /a/ dan lafal dalam logat Sumba Timur /u/. Berikut contoh lafal dari berbagai daerah di Sumba Sumba Barat Daya Sumba Tengah Sumba Timur Arti Logat Kodi Logat Mamboro Logat Kambera Bahasa Indonesia bandolo lepeto pato banjala lapita pata bijalu lapitu patu jalan gunung melipat empat Logat Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang paling populer dalam arti bahwa logat itu dapat dipahami, dimengerti oleh sebagian terbesar penduduk yang menghuni berbagai daerah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya ialah logat wewewa, Loura, Loli dan Tana Righu. Tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa di seluruh daerah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya hanya terdapat sebuah logat saja. Di Sumba Barat Daya terdapat logat lokal. Yaitu, logat kodi. Di Sumba Barat logat lamboya, logat wanokaka. sedangkan di Sumba Tengah terdapat logat Anakalang dan Mamboro. Adapun logat Sumba Timur yang paling populer ialah logat Kambera. Malah logat Kambera ini juga dipahami, dimengerti oleh sebagian penduduk Sumba Tengah dan Sumba Barat. Logat Kambera dipahami dan dimengerti oleh penduduk daerah Anaklang dan Wanokaka. Daerah di mana penduduk dapt memahami, mengeri logat Wewewa dan logat Kambera bahkan dapat secara aktif mengucapkan kedua logat itu ialah penduduk daerah Ponduk. Lafal logat Kambera, sebagain besar tidak mengenal palatal, yaitu aksara /nj/, /j/, /ny/. Aksara /s/ dalam logat Kambera diucapkan sebagai aksara /h/. contoh kata kabisu diucapkan [kabihu]. Dalam loga Mamboro, logat Loli, logat Anakalang, dan logat Lamboya, aksara /s/ tidak berubah dalam ucapan. Dalam loga Wewewa, logat Laora, aksara /s/ diucapkan sebagai aksara /z/. Tapi logat Kodi mengucapkan aksara /s/ menjadi /h/ seperti halnya dalam ucapan logat Kambera. Bahasa Sumba tidak mengenal kelamin kata dan juga tidak mengenal kelas kata. Berikut perbedaan logat masing-masing daerah Sumba Barat Daya Sumba Tengah Sumba Timur Arti Logat Kodi Logat Wawewa Logat Anakalang Logat Kambera Huhu Kabihu susu kabisu zuzu kabizu huhu kabihu susu kelompok kekerabatn (clan) Hubungan sejarah Sumba di masa lampau dengan sendirinya memperkaya perbendaharaan kata-kata bahasa Sumba. Bahasa-bahasa Nusantara yang banyak memperkaya perbendaharaan kata-kata bahasa Sumba, antara lain bahasa-bahasa Sulawesi, Makassar-Bugis, bahasa Jawa dan bahasa melayu yang lebih tua bila dilihat dari hubungan sejarahnya, masih terus hidup dalam bahasa Sumba.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin
Suku Sumba berada di Pulau Sumba yang menduduki wilayah Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Sebagai suku yang berdiam di Nusa Tenggara Timur yang masuk ke dalam gugusan Austronesia, suku Sumba memiliki bahasa daerah yang masuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia. Dalam perkembangannya bahasa daerah membentuk beberapa logat atau dialek. Bahasa Sumba mempunyai suatu ciri karakteristik, yaitu bersifat setngah vocal. Hanya sebagian dari erbendaharaan kata yang akar katanya merupakan huruf mati. Dengan huruf-huruf, /h/, /k/, /l/, /ng/, /r/, /s/, /t/. semua akar kata yang berhuruf matu itu berubah mnjadi huruf hidup dengan tambahan aksara /u/, /0/, dan /a/. lafal dalam logat Sumba Barat Daya ialah /o/, lafal dalam logat Sumba Tengah /a/ dan lafal dalam logat Sumba Timur /u/. Berikut contoh lafal dari berbagai daerah di Sumba Sumba Barat Daya Sumba Tengah Sumba Timur Arti Logat Kodi Logat Mamboro Logat Kambera Bahasa Indonesia bandolo lepeto pato banjala lapita pata bijalu lapitu patu jalan gunung melipat empat Logat Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang paling populer dalam arti bahwa logat itu dapat dipahami, dimengerti oleh sebagian terbesar penduduk yang menghuni berbagai daerah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya ialah logat wewewa, Loura, Loli dan Tana Righu. Tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa di seluruh daerah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya hanya terdapat sebuah logat saja. Di Sumba Barat Daya terdapat logat lokal. Yaitu, logat kodi. Di Sumba Barat logat lamboya, logat wanokaka. sedangkan di Sumba Tengah terdapat logat Anakalang dan Mamboro. Adapun logat Sumba Timur yang paling populer ialah logat Kambera. Malah logat Kambera ini juga dipahami, dimengerti oleh sebagian penduduk Sumba Tengah dan Sumba Barat. Logat Kambera dipahami dan dimengerti oleh penduduk daerah Anaklang dan Wanokaka. Daerah di mana penduduk dapt memahami, mengeri logat Wewewa dan logat Kambera bahkan dapat secara aktif mengucapkan kedua logat itu ialah penduduk daerah Ponduk. Lafal logat Kambera, sebagain besar tidak mengenal palatal, yaitu aksara /nj/, /j/, /ny/. Aksara /s/ dalam logat Kambera diucapkan sebagai aksara /h/. contoh kata kabisu diucapkan [kabihu]. Dalam loga Mamboro, logat Loli, logat Anakalang, dan logat Lamboya, aksara /s/ tidak berubah dalam ucapan. Dalam loga Wewewa, logat Laora, aksara /s/ diucapkan sebagai aksara /z/. Tapi logat Kodi mengucapkan aksara /s/ menjadi /h/ seperti halnya dalam ucapan logat Kambera. Bahasa Sumba tidak mengenal kelamin kata dan juga tidak mengenal kelas kata. Berikut perbedaan logat masing-masing daerah Sumba Barat Daya Sumba Tengah Sumba Timur Arti Logat Kodi Logat Wawewa Logat Anakalang Logat Kambera Huhu Kabihu susu kabisu zuzu kabizu huhu kabihu susu kelompok kekerabatn (clan) Hubungan sejarah Sumba di masa lampau dengan sendirinya memperkaya perbendaharaan kata-kata bahasa Sumba. Bahasa-bahasa Nusantara yang banyak memperkaya perbendaharaan kata-kata bahasa Sumba, antara lain bahasa-bahasa Sulawesi, Makassar-Bugis, bahasa Jawa dan bahasa melayu yang lebih tua bila dilihat dari hubungan sejarahnya, masih terus hidup dalam bahasa Sumba.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Quote

"Berbagi itu indah, sekecil apapun akan sangat berarti bagi yang membutuhkan"~My RO

Blogger templates